Tuntut Sagu Hati, Belasan Petani Datangi Kantor Camat Tualang

siak
PERAWANG (Seriau) – Belasan petani mendatangi kantor Camat Tualang,  Selasa (30/04). Mereka meminta kebijakan dari pemerintah memberikan sagu hati terhadap tanaman mereka yang tekena dampak proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir sampah di lahan Pemda km 15 desa Perawang Barat.

Tampak mendampingi petani, Anggota DPRD Siak Marudut Pakpahan, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tualang Suryono dan KTNA desa Perawang barat.Petani diterima Sekcam Tualang Zalik S Sos didampingi Kepala UPTD Pertanian dan sejumlah penyuluh lapangan (PPL).

Ketua KTNATualang, Suryono menuturkan kedatangan mereka meminta solusi terbaik, kebijakan dari pemerintah terkait dampak pembanguan tempat Pembuangan Akhir Sampah di Jalan Raya Km 12. Proyek tersebut menggusur usaha petani budidaya tanaman di lahan pemda tersebut.

” Petani ingin mengadu kepada pak Camat agar mencari solusi terbaik. Memang sudah ada petani mendapatkan sagu hati dari rekanan. Kali ini petani lain menuntut hal yang sama,” ujar Suryono.

Anggota DPRD Siak dari Komisi II Marudut Pakpahan yang mengaku mendapat telephon dari petani untuk mendampingi sudah melakukan komunikasi dengan Camat melalui sekcam. Pihak kecamatan menanggapi positif keluhan petani dan akan melakukan pertemuan lanjutan.

” Sebagai wakil rakyat, apalagi ini tugas Komisi II.kita meminta pemerintah memperhatikan tuntutan petani.  Pihak kecamatan berjanji akan melaksanakan pertemuan lanjutan.  Saya siap fasilitasi antara petani dan pemerintah mencari solusi terkait permasalahan.”ujarnya.

Sekcam Tualang Zalik Efendi S Sos dihadapan petani mengatakan menerima apa yang disampaikan petani. Guna menindaklajuti tuntutan petani, akan dilakukan pertemuan lanjutan pada Kamis depan. Pada pertemuan tersebut diupayakan kontraktor pelaksanan proyek pembuangan sampah tersebut juga hadir.

” Kami berharap petani yang terkait dengan persoalan tersebut hadir. Sehingga semua persoalan dapat diungkapkan, jangan sampai ada yang tidak mengetahui hasil pertemuan,” harapnya.

Salah seorang petani S Purba mengaku mereka memimjan lahan pemda sekitar 17 hektar melalui surat resmi tahun 2011. Saat itu pemerintah merencanakan lahan tersebut baru akan menggunakan lahan tahun 2014. namun secara mendadak dibangun proyek sehingga mereka tergusur.

” Kami datang dengan Assalumu Alaikum, kami berharap keluar dengan baik-baik. Jangan seperti ini proyek mendadak tanaman petani tegusur.” ujarnya. (ram)

 

Teks foto : Anggota DPRD Siak Marudut Pakpahan sedang memfasilitasi pertemuan petani dengan Pemerintah Kecamatan Tualang. Selasa (30/04) (F halim)

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS