Program Kampung Iklim BLH Riau Diapresiasi PBB

logo- blh1

PEKANBARU (SeRiau) – Program Kampung Iklim (Proklim) yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau sejak tahun 2009 lalu mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, hal itu dikatakan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Kasiarudin kepada wartawan, Jum’at (10/5) dikantornya.

Dikatakan Kasiarudin, program ini melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam upaya beradaptasi dengan perubahan iklim dan mengurangi kerusakan lingkungan. Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan Program pemerintah melalui BLH mendorong masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim dan mengurangi kerusakan lingkungan.

“Program ini diapresiasi dunia melalui PBB, Indonesia sudah melakukan khususnya di Desa Air Hitam Rokan Hilir,” ujar Kasiarudin.

Dijelaskan Kasiarudin Proklim sendiri telah dilaksanakan di 6 kampung di Riau yakni Padang Mutung Kampar, Desa Teluk Binjai Pelalawan, Desa Perkebunan Sei Lala Inhu, Desa Sungai Alam Bengkalis, Desa Sering Pelalawan, serta Kepenghuluan Multy Jaya yang dapat apresiasi secara Nasional.

“Program Kampung Iklim merupakan tradisi yang sudah mengakar dimasyarakat dalam menjaga lingkungan hidupnya, sebenarnya program ini sudah sejak lama dilakukan masyarakat dan kini difasilitasi oleh Pemerintah,” ujar Kasiarudin lagi.

Proklim sendiri minimal dilakukan oleh masyarakat setingkat RW atau Dusun dengan melaksanakan 3 kegiatan yakni Meditasi, Adaptasi yang didukung dengan Kelembagaan. Adapun diantara upaya yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara membuat sumur resapan, sampah dijadikan pupuk, pelepah sawit dijadikan keranjang bunga oleh ibu-ibu PKK, dan dalam dunia pendidikan setiap pelajar SD yang tamat diberikan bibit untuk ditanam.

Lebih jauh dikatakan Kasiarudin, kedepan program ini akan dijadikan program ungggulan di Provinsi Riau. “kita akan sarankan ke Gubernur untuk menjadikan program ini sebagai program unggulan,” ucap Kepala BLH. Dengan penerapan Proklim yang sederhana masyarakat diajak untuk menjaga lingkungan hidup dengan lebih praktis.

“ masyarakat tidak perlu teory tetapi langsung praktek jadilebih praktis,” pungkas Kasiarudin yang akan memasukan program ini dalam Prolegda kearifan local. (as)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS