Masuk SD Dilarang Test Calistung

berhitung
PEKANBARU (SeRiau) – Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Abdul Kadir mengatakan, penerimaan murid baru untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat tahun 2013/2014, sekolah dilarang melakukan test Calistung (baca, tulis dan hitung) kepada calon siswa baru. Hal ini sudah ditegaskan dalam aturan pelaksanaan kurikulum 2013.

“ Jadi ada aturan yang melarang test Calistung untuk masuk SD,” kata Abdul Kadir, belum lama ini di Pekanbaru.

Adanya larangan test Calistung ini, kata Abdul Kadir, sudah disampaikan melalui surad edaran dari Kemendikbud kepada Disdik Kabupaten/Kota. Selanjutnya Disdik daerah akan menyampaikan kepada sekolah masing masing. Alasan tidak dibenarkjan test Calistung untuk masuk SD disebabkan, mata pelajaran untuk Murid kelas satu (1) SD/MI merupakan pelajaran pengenalan, atau masih bersifat mendidik dan sedikit belajar.

Jadi anak tidak belum boleh dipaksa untuk berfikir, karena otaknya masih lemah seperti mata pelajaran Matematika, murid baru akan dilakukan proses belajar mengajar, tambah kali dan kurang. Sementara untuk Bahasa Indonesia akan dilakukan pengenalan huruf abjad A,B,C,D dan seterusnya sampai Z.

Menurut Kadir, test belum sepantasnya dilakukan untuk anak kecil yang masih berjiwa kanak kanak. Sebab, jika dilakukan tes pandai membaca dan berhitung, tidak semua orang tua anak bisa memasukkan anak ke lembaga pendidikan kanak kanak seperti PAUD dan TK. Sekolah cukup berpatokan kepada umur sekitar 7 tahun. akte kelahiran atau surat domisili menetap dan persyaratan penerimaan murid baru lainnya.

Disamping itu, tidak tertutup kemungkinan anak diharuskan masuk ke lembaga pendidikan PAUD dan TK. Tujuannya untuk mendapatkan ilmu pengelan membaca dan berhitung lebih dini. Sertifikat tamatan TK dan PAUD juga berguna untuk masuk ke sekolah tertentu (khusus). Karena anak tersebut telah mampu mengenal huruf dan angka.

” Sebaiknya anak dianjurkan masuk lembaga pendidikan PAUD dan TK. Agar anak lebih pintar dalam belajar. Selain itu, dilembaga pendidikan PAUD dan TK anak tidak ada paksaan, dalam artian tempat bermain sambil belajar,” jelas Kadir. (zal)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS