Bantuan Siswa Miskin Naik

uang
PEKANBARU,SeRiau – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah, juga memberi dampak kenaikan kepada Bantuan Siswa Miskin (BSM). Besarnya bantuan siswa miskin mengalami kenaikan sebesar Rp200 ribu per siswa per tahun mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat.

“Dari hasil rapat koordinasi dan sinkronisasi se-kabupaten/kota dan
provinsi se-Indonesia, terkait dana BSM pasca kenaikkan BBM, telah diputuskan penambahan dana BSM sebesarRp 200 ribu/siswa,” kata Sekretaris Disdik Riau, Abdul Kadir, Kamis (4/7) di Pekanbaru.

Dijelaskan Kadir, jika dibanding sebelumnya dana BSM yang diterima siswa penerima tingkat SD/MI sebesar Rp360 ribu per siswa per tahun, SMP/MTs Rp550 ribu per siswa per tahun, dan SMA/MA/SMK Rp1 juta per siswa per tahun. Tetapi dengan penambahan dana Rp200 ribu, maka setiap siswa penerima tahun ini mendapat sebesar Rp560 ribu (SD/MI), Rp750 ribu (SMP/MTs), dan Rp1,2 juta (SMA/MA/SMK).

“Total penerima bantuan ini yang pasti meningkat, namun berapa kuota yang ditetapkan per kabupaten/kota langsung ditetapkan pusat. Dan hasil kuota itu langsung diserahkan pusat ke kabupaten/kota se-Indonesia. Provinsi belum mendapat laporan dari kabupaten/kota berapa masing-masing kuota tersebut. Yang pasti dari 12 kabupaten/kota di Riau, ada tiga daerah terbesar meraih dana BSM ini, diantaranya Pekanbaru, Indragiri Hilir, dan Kampar,” katanya

Siswa yang menjadi sasaran penerima dana BSM ini, kata Kadir, yakni siswa dari orangtua penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS), siswa dari orangtua pemegang Program Keluarga Harapan (PKH), anak yati atau piatu dari keluarga kurang mampu, dan anak kelainan fisik atau korban musibah berkepanjang.

“Jadi, bagi ada siswa yang memiliki dari empat persyaratan itu, maka ia langsung berhak menerima dana BSM tersebut. Walaupun siswa terkait sudah menerima bantuan lainnya, seperti beasiswa dan bantuan lainnya,” sebutnya.

Tak hanya itu, kata Kadir lagi, kendati kuota jumlah penerima di kabupaten/kota sudah habis, namun bila ada juga didapati siswa miskin, maka pihak disdik setempat bisa mengusulkan penambahan ke pusat.” Tentunya, orangtua siswa bersangkutan harus menunjukkan surat
keterangan miskin diketahui RT/RW tempat mereka berdomisili,” katanya.

Masalah pendataan merupakan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing Disdik kabupaten/kota. Sesuai ketentuan, data itu sudah harus masuk ke Dektorat Kemendikbud masing-masing jenjang, pada 14 – 19 Juli mendatang. Sehingga nantinya, data tersebut dapat di-SK-kan pusat, selanjutnya bisa disalurkan ke masing-masing penerima dalam bentuk tunai.” Paling lambat akhir Juli ini, dana BSM ini sudah diterima siswa,” kata Kadir (zal)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS