Infrastruktur Pendukung Sukses Riau Menyapa Dunia

banner 160x600
banner 468x60

riau-menyapa1-ok
PEKANBARU, SeRiau – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mengembangkan potensi pariwisatanya. Salah satunya dengan peluncuran “Riau Menyapa Dunia” di gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI belum lama ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap, segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata di Riau benar-benar digarap serius, dari infrastruktur sampai promosinya. “Ini mendukung program kami mendatangkan 12 juta wisatawan mancanegara ke Nusantara,” kata Arief.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan akan bertekad mendukung target pariwisata nasional. Menurut dia, Riau memiliki banyak agenda wisata atau calender event, seperti daya tarik alam, budaya, dan wisata buatan, yang cukup menarik. Di antaranya Pantai Rupat dan Beting Aceh, Bono, Candi Muara Takus, Tour de Siak, Bono, dan kuliner andalannya Sagu Riau Menyapa Dunia.

Pesona Pantai Rupat Utara dengan pasir putihnya bisa dimanfaatkan untuk voli pantai dan cocok untuk berjemur, berenang, menyelam, bahkan berselancar. Menyusuri bagian dalam pulau, akan dijumpai kawasan ekologi dengan segudang keunikan.

Selain Pantai Rupat nan menawan, terdapat satu pantai lain di Pulau Rupat yang tak kalah mempesona. Pulau Beting Aceh adalah salah satu pulau kecil yang memiliki pasir pantai berbisik yang berbunyi jika disentuh. Di sini juga pengunjung akan diramaikan dengan tarian Zapin Api, menari di atas bara api, yang merupakan tarian khas Melayu di Kabupaten Bengkalis.

riau-menyapa-ok0

Pesona Ombak Bono juga tak kalah menarik. Ombaknya yang tanpa putus dengan panjang mencapai 30 kilometer sangat menarik ditunggangi para peselancar dunia. Peselancar Inggris Steve King dan James Cotton, serta Roger Gamble dan Zig van der Sluys asal Australia, adalah empat atlet yang menorehkan rekor dunia berselancar terpanjang di Bono Sungai Kampar.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), pada perhelatan acara “Sagu Riau Menyapa Dunia” yang digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, 25 Oktober 2016, mencatat suatu karya dalam kategori kuliner makanan terbanyak berbahan dasar sagu dengan jumlah 369 jenis olahan.

Ini menunjukkan bahwa Riau menjadi potensi wisata kuliner yang sangat menjanjikan. Arsyadjuliandi bahkan berkomitmen acara ini akan menjadi agenda wisata setiap tahun.

Di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat Candi Muara Takus, satu-satunya candi peninggalan sejarah agama Buddha di Sumatera. Candi ini diyakini merupakan candi tertua di Sumatera yang diperkirakan sudah ada sejak zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya. Situs peninggalan sejarah ini sangat terkenal hingga mancanegara.

Tour de Siak (TDS), event balap sepeda tahunan, juga ikut memancing kunjungan pelancong dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah. Ke depannya, Tour de Siak akan menambah rute baru, yaitu 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau dan satu rute ke Negeri Jiran Malaysia. Masih ada lagi event-event unggulan lain yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, di antaranya Bakar Tongkang, Pacu Jalur, dan Gema Muharram.

Itulah sejumlah wisata andalan Riau dalam mendukung program “Riau Menyapa Dunia”. Bukan tanpa alasan Riau mencanangkan program itu. Sebab, obyek wisata alam dan event di Riau dapat menjadi modal memenuhi target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, Riau menyapa dunia merupakan wujud konkrit dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hal itu juga menjadi bukti dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan promosi pariwisata Riau lebih luas lagi. Baik di tingkat nasional dan internasional dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Disebutkannya, selain lima iven wisata tersebut, Provinsi Riau juga memiliki segudang daya tarik wisata yang patut untuk dikunjungi di antaranya, Candi Muara Takus yang terletak di Desa Muara Takus, Istana Siak, pesona air terjun serta beberapa lokasi perbelanjaan yang menarik turis mancanegara, seperti Pasar Bawah yang kerap dikunjungi turis asing.

Untuk itu, ia mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan bekerja sama menggaungkan potensi pariwisata di Riau. Sehingga semangat Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dapat tercapai secara maksimal.

Tampil Memukau di Swiss
Dibuka dengan tari persembahan setepak sirih, aksi tim Riau Menyapa Dunia di Kota Basel, Swiss, Ahad  23 Oktober 2016 lalu, mengundang decak kagum pengunjung di Gedung Prattern. Baik itu warga Indonesia yang berada di negeri para bankir serta warga lokal.

“Meski jumlah personil tidak utuh karena keterlambatan dan terbagi dalam dua keberangkatan, namun adik-adik penari bisa tampil membanggakan. Mereka juga berkolaborasi dengan para penari Indonesia yang stay di Paris, Perancis,” kata Ketua Tim Delegasi Riau Menyapa Dunia Aris Abeba.

Hadir dalam acara pertunjukkan seni dan budaya tersebut, Wakil Duta Besar Indonesia di Swiss Hendra Halim, Ketua Masyarakat Indonesia Swiss yang tergabung dalam VIS Ersalina Schmidlin, Manajer Tim Delegasi Ria Rachman, Ketua DPP Apindo Riau Wijatmoko Rah Trisno dan Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia serta rombongan. (adv)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Infrastruktur Pendukung Sukses Riau Menyapa Dunia"