​Korupsi Anggaran Bappeda, Mantan Asisten II Pemprov Riau Diadili

banner 160x600
banner 468x60

PEKANBARU,SeRiau – Mantan Asisten II Pemprov Riau Wan Amir Firdaus (WAF), menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi anggaran belanja rutin tahun 2008-2011 sebesar Rp 1,8 miliar lebih, Selasa (12/9/17) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Dugaan korupsi ini terjadi saat Wan Amir menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hilir (Rohil). WAF diadili bersama tiga terdakwa lainnya yakni, Suherman to selaku Bendahara Pengeluaran Bappeda tahun 2008-2009, Hamka selaku Bendahara 2010-2011 dan Rayudin, pejabat verifikasi pengeluaran pada Bappeda Rokan Hilir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lexy Fatharany SH dalam dakwaannya menyebutkan, dugaan korupsi ini bermula saat Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening Kepala Bappeda Rokan Hilir Wan Amir Firdaus sebesar Rp 17 miliar. 

Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif yang anggarannya dialokasikan ke Bappeda Rokan Hilir tahun 2008 hingga 2011.Uang korupsi ditemukan Rp 8,7 miliar, sedangkan uang dari gratifikasi Rp 6,3 miliar. Dalam hal ini, Wan Amir Firdaus sudah lebih dulu ditahan jaksa.

Modusnya, korupsi penyimpangan belanja rutin dan belanja pengadaan barang.Hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633.Atas perbuatannya, tiga pejabat Bappeda Rokan Hilir tersebut dijerat Pasal 2 juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2001 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto pasal 55 KUHP.

Atas dakwaan JPU itu, kuasa hukum keempat terdakwa akan mengajukan keberatan (eksepsi). Sidang yang dipimpin majelis hakim Bambang Myanto SH ini ditunda pekan depan.(nor/rpl)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "​Korupsi Anggaran Bappeda, Mantan Asisten II Pemprov Riau Diadili"